Jumat, 22 November 2013

pengaruh gadget pada spikologis manusia

Apa yang anda pikirkan apabila segala kegiatan yang kita lakukan saat ini tidak dibantu oleh system teknologi? Mungkin sebagian orang berpendapat bahwa segala kegiatannya akan sangat bergantung pada sebuah teknologi. Namun, dibalik peranan teknologi ada beberapa dampak positif maupun negatifnya.
Kita ambil contoh sederhana, pernahkah anda melihat anak-anak kecil yang mungkin berusia balita (dibawah lima tahun) sedang berjalan disebuah mall bersama orangtuanya sambil memegang sebuah gadget yang terbilang cukup mahal bahkan canggih, dan sudah menjadi mainan mereka sehari-hari? Ya, ini bukanlah hal yang tidak biasa. Banyak anak-anak usia balita, belasan, maupun remaja hingga orangtua yang “ketergantungan” akan sebuah gadget. Apabila kita flashback saat usia kita sama seperti anak-anak tersebut, kita hanya mengenal sesuatu ataupun mainan yang masih bersifat sederhana. Beberapa mainan yang kita kenal bahkan tradisional dan manual, meskipun ada beberapa yang sudah menggunakan teknologi komputerisasi itu pun masih sangat sedikit.
Hadirnya gadget-gadget teknologi terbaru dengan berbagai fitur yang sangat menarik serta harga yang relative terjangkau, membuat para orangtua menginginkan anak-anaknya memiliki sebuah barang yang canggih dengan alasan tidak mau anak-anak nya “ketinggalan zaman”. Alasan ini tentu memiliki dampak positif dan negative untuk anak-anak seusianya.
Dampak positif yang dapat kita ambil antara lain yaitu anak-anak akan mengetahui perkembangan zaman yang semakin maju, menambah wawasan serta pengetahuan anak, memudahkan segala jenis komunikasi, informasi serta berbagai kegiatan, dan mengasah kemampuan analogis serta kecerdasan anak. Karena teknologi merupakan factor pendorong terhadap kemajuan suatu generasi. Jadi dampak positif tersebut akan sangat kita rasakan apabila menggunakan teknologi secara bijak dan sesuai kebutuhan.

Dari dampak positif yang telah saya jelaskan diatas, pasti memiliki sisi negatifnya. Antara lain sebagai berikut, adanya kecemburuan social terhadap lingkungan anak maupun orangtua, timbul rasa kecenderungan atau ketergantungan akan gadget, menghabiskan waktu secara percuma apabila menggunakan gadget secara terus menerus, menimbulkan gangguan pada fisik maupun psikis (mental), serta kurangnya rasa saling menghormati antara sesama manusia dan lingkungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar